Kamis, 31 Oktober 2013

Panorama Dieng di lihat dari Gunung Pakuwaja











Panorama Dieng dengan sudut pandang yang berbeda , dapat dilihat di Gunung Pakuwaja .Terletak di selatan gunung sikunir , Gunung di ketinggian kurang lebih 2413 m dpl ini memiliki jalur pendakian yang lebih mudah dengan jarak tempuh antara setengah hingga satu jam . Start dari desa Sembungan sepanjang perjalanan anda akan melihat perladangan penduduk , rerumputan dan semakin naik anda akan menjumpai batu andesit berserakan . Dari berbagai informasi yang didengar , dari batu-batu andesit gunung Pakuwaja lah komplek Candi di Dieng dibangun .

Yang unik dari Gunung Pakuwaja adalah di puncaknya bisa melihat batu besar menjulang berbentuk serupa Menhir . Menurut mitos yang beredar , Batu tersebut adalah Pakunya jawa.

Dari Puncak Gunung Pakuwaja anda bisa melihat lanskap dataran tinggi Dieng dengan lebih leluasa . Kawasan Wisata telaga warna , Kawah Sikidang , Komplek Candi Dieng , tampak berbeda dilihat dari sudut Pakuwaja . Pemandangan Sunrise di Pakuwaja juga tidak kalah menarik dari Penampakan sunrise di Sikunir .

Rabu, 30 Oktober 2013

Misteri Sumur Raksasa Jalatunda Dieng








Salah satu Objek Wisata yang ada di Dataran Tinggi Dieng yang terletak di sebelah barat Pegunungan Dieng ini adalah Objek Wisata Alam yang terbentuk akibat letusan Gunung purba  ratusan tahun silam  , hingga kini menyisakan sebuah lubang raksasa yang terisi air hujan dan mata air di sekitar sumur tersebut , bisa dikatakan sumur raksasa karena sumur tersebut  berdiameter kurang lebih 90 meter dan mempunyai kedalaman ratusan meter , dan Asal usul nama dari sumur tersebut berasal dari cerita pewayangan atau mahabarata yang konon katanya digunakan sebagai tempat Penghubung Dunia dengan Bumi lapis ke tujuh ( Sapta Pratala ) .

Dan menurut cerita Masyarakat atau mitos yang berkembang sumur tersebut adalah bekas pijakan kaki sang Bima ( Tokoh pewayangan ) yang saat itu sedang marah lalu Menancapkan kakinya ke tanah sehingga terbentuklah lubang raksasa tersebut yang kini dinamakan oleh masyarakat sekitar dengan nama Sumur Jalatunda , dan tak jauh dari sumur  tersebut juga terdapat Objek Wisata Alam yaitu Kawah Candra Dimuka yang menyuguhkan Pemandangan berupa Semburan air panas ( Fumarola ) setinggi 1 meter  , dan asal usul  nama dari Objek Wisata tersebut juga diambil dari cerita pewayangan mahabarata yang konon katanya tempat tersebut adalah Petirtaan sang Gatotkaca ( Tokoh pewayangan ) yang digunakan untuk Meningkatkan ilmu kesaktianya guna membasmi Kejahatan di muka bumi .

Dengan letak geografik Dieng yang demikian sebagai area vulkanik atau kepundan aktif dan merupakan daerah lingkaran vulkanik atau Gunung api ( ring of fire atau cincin api  ) sehingga kawasan Dieng tak lepas dari banyaknya objek wisata alam yang terjadi akibat letusan gunung purba Seperti Kawah Sikidang , kawah Sibanteng , kawah Candra Dimuka , Kawah Sikendang , Kawah Timbang , Kawah Pager Kandang , dan  Kawah Siglagah , dan dengan adanya aktivitas di Pegunungan Dieng tersebut tak lepas dari manfaat  Alam Sekitar atau Potensi Sumber Daya Alam yaitu berupa Panas Bumi yang kini diolah sebagai Pembangkit Listik tenaga panas Bumi ( Geothermal ) Unit Dieng oleh PT. GEO DIPA ENERGI DIENG .

Selasa, 29 Oktober 2013

Kawah Sikidang Dieng ( serasa di planet lain )









Kawah Sikidang adalah salah satu Kawah Vulkanik di Dataran Tinggi Dieng yang masih aktif hingga saat ini.

Nama Sikidang diambil dari kata Kidang (bahasa Jawa) yang artinya Rusa. Nama ini diberikan karena Kawah sikidang sering berpindah-pindah dari Kepundan satu ke kepundan yang laen, dan yang paling menarik, Kawah ini bisa dilihat langsung dari bibir Kawah.

Kawah Sikidang Dieng adalah salah satu obyek wisata populer di Dieng Jawa tengah . Penampakan aktivitas vulkanik ini memberi  daya tarik tersendiri bagi para wisatawan dan merupakan salah satu tujuan utama dari beragam obyek di Dieng yang paling sering dikujungi.

Menginjakan kaki di dataran putih menghampar yang merupakan tumpukan endapan belerang memberi kesan seakan-akan kita sedang di planet lain. Sementara Nuansa kontras justru terasa saat melihat pemandangan di sekeliling yang dominasi oleh  warna hijau bebukitan serta mata air yang membentuk anak sungai.
Ketakjuban akan kian terasa saat mendekati bibir lubang kawah. Semburan air mendidih berwarna abu-abu pekat yang meloncat-loncat disertai asap putih mengepul, Kadang dari sekitar lokasi juga tercium aroma belerang yang menyengat tapi hal tersebut bukanlah penghalang untuk menikmati keindahan pesona kawah sikidang.

Senin, 28 Oktober 2013

Sejarah dan makna Telaga Pengilon Dieng







Sekilas asal usul nama danau atau telaga di dataran tinggi dieng , berwisata alam ke taman wisata Telaga Warna Dieng wonosobo, kita juga bisa mengunjungi salah satu danau yang berada tidak jauh dari Telaga Warna dieng itu sendiri, tepatnya di sebelah selatan dari komplek Goa Alam dieng ( Goa semar, Goa Sumur, dan Goa Jaran ).

Kawasan wisata alam yang memiliki luas kurang lebih 40 h tersebut memiliki dua danau dalam satu cekungan. Faktor letusan yang membentuk kaldera dan menjadi objek wisata alam itu masih membentuk cekungan raksasa dan berfungsi sebagai tadah air hujan serta menimbulkan mata air di sekitar danau.

Telaga Pengilon bagi masyarakat dieng di gunakan untuk area pemancingan dan sebagai sumber mata air dalam kegiatan pertanian terutama di musim hujan ( irigasi ). Sejarah nama Pengilon ( jawa ) bisa juga di sebut Cermin dikarenakan kondisi warna air danau yang sangat jernih. untuk mengelilingi objek wisata yang satu ini kita bisa masuk dari arah pintu utama di kawasan Telaga warna.

Dengan mengunjungi area Telaga Pengilon artinya kita dapat ( sedang ) bercermin. Apakah dalam perjalanan rohani kita ini telah mampu mengendalikan hawa nafsu dalam diri kita belum dan yang di simbolkan dengan warna air Telaga Warna yaitu nafsu Amarah, Angkara, dan Mutmainah. ( merah ,  hijau ,  kuning ).

Lalu nafsu-nafsu apakah yang sedang menguasai diri kita sebab, dengan bercermin mengetahui bayangan kita sendiri, selanjutnya kita akan mengenali diri kita akan mengenal Tuhan sebagaimana yang di ungkapkan dalam pepatah kuno  ( Sumurup-Sumerap-Sumerep ). Dan kita pun akan mengerti, mengetahui, dan melihat, sehingga akan mencapai derajat kesempurnaan diri pribadi.

Minggu, 27 Oktober 2013

Salju Dieng ( Dieng bagaikan Eropanya Indonesia )




Dataran Tinggi Dieng selain sebagai Destinasi Wisata juga merupakan salah satu tempat menarik serta memilki Keajaiban yang cukup unik yaitu adanya Fenomena Alam yang terjadi pada Musim Kemarau di bulan Juni-Agustus

Di ketinggian 2093 m diatas permukaan laut, nama Dieng sudah mengudara. Bayangan banyak orang bahwa Dieng adalah suatu tempat yang sangat indah, disuguhi pemandangan yang menakjubkan, banyak pepohonan yang berjajar, hamparan tanaman kentang dengan terasiring yang indah dan yang pastinya udaranya sangat dingin seperti di Eropa.

Bagi yang belum pernah ke Eropa jangan berkecil hati, datanglah ke Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah pada musim kemarau bulan Juni - Agustus. Pada bulan tersebut Dieng seperti Dataran Eropa di Indonesia yang mengajak semua mata dan hati untuk menikmati pesonanya.
Hamparan embun es yang begitu luas dengan kabut tipis menghiasi laksana surga kahyangan, sungguh pemandangan yang elok sebelum mentari muncul menyambut para pelancong yang datang. Fenomena ini terjadi setiap tahun di kala musim kemarau tiba.

Pada musim kemarau suhu di Dieng bisa mencapai -3'C. Bagaikan liburan di Eropa kita bisa menyaksikan langsung di Dataran Tinggi Dieng.


Sabtu, 26 Oktober 2013

Telaga Dringo (Ranukumbolonya Dieng)


telaga dringo
salah satu telaga  di dataran tinggi dieng.
merupakan bekas kawah yg meletus pada tahun 1786.
cekungan yang telah mati terisi air hujan dan menjadi telaga yg indah sekarang.
telaga yang berisi berbagai macam ikan dan bisa dipancing. 
cocok untuk hiking dan area camp yang cukup tersembunyi. 
terlihat di jauh gunung sindoro. 
banyak orang yang menggangap telaga ini sebagai ranukumbolonya dieng

Jumat, 25 Oktober 2013

Telaga di Dieng


Di tempat ini terdapat dua Telaga yang saling berdekatan, yaitu Telaga Warna dan Telaga Pengilon yang airnya bersih,bening dan berkilau seperti cermin.Dinamakan telaga Warna, karena permukaan airnya dapat berubah warna, mengikuti cahaya matahari , kadang Telaga ini berwarna biru,hijau, bahkan kadang berubah warna menjadi kekuning-kuningan. Di Dataran Tinggi Dieng masih terdapat beberapa Telaga lain selain Telaga Warna dan Telaga Pengilon yaitu Telaga Balekambang, Telaga Merdada, Telaga Cebong, Telaga Sumurup, Telaga Dringo, telaga Sewiwi dan Telaga Menjer.